Who Am I?
Nama saya Sharfina Febriani. Lahir di Jakarta, 4 Februari 1993. Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Oleh karena itu tanggung jawab saya sebagai teladan bagi adik-adik saya bukan pekerjaan yang mudah. Sedikit kilas balik saya sebelum diManajemen Bisnis, saya lahir dilingkungan sederhana, ibu saya tidak berkesempatan mengikuti kuliah, beliau hanya ikut akademik komputer, dan sekarang bekerja di perusahaan swasta. Ayah saya membangun usaha benar-benar mulai dari nol dan merantau ke Jakarta. Darah bisnis ayah saya sangat kuat, beliau mempunyai insting yang baik dan seorang high risk taker. Mungkin hal itu yang membuat saya sekarang berada di Manajemen Bisnis ITS. Teringat oleh saya ketika kecil tanpa saya sadari, saya pernah berjualan pulpen di sekolah, dan peralatan tulis lainnya, kemudian saya pernah menulis surat mengenai permintaan uang yang ditujukan kepada ayah saya karena saat itu saya ingin membuka restoran. Hal-hal kecil seperti itu membawa saya menyukai bisnis tanpa saya sadari. Walaupun cita-cita kecil saya ketika itu adalah menjadi dokter.
Awalnya saya tidak bercita-cita menjadi pebisnis. Awal saya masuk kuliah di Manajemen Bisnis, saya sebeneranya masih belum memiliki keinginan untuk membuka bisins. Semakin kesini, ternyata membuka bisnis itu menyenangkan. Selain tidak ada yang mengatur jam kerja kita, kita juga bisa mendapatkan keuntungan sesuai yang kita inginkan (walaupun pada kenyataannya malah merugi). Namun, tanggung jawab nya justru lebih besar, mungkin pengusaha tidak mempunyai 8 jam kerja, namun seluruh jam nya dipakai untuk memikirkan keberlanjutan bisnisnya). Alhamdulillah saya sedang merintis bisnis bersama kedua orang teman saya. Bukan bisnis namanya jika tidak ada naik dan turun. Walaupun tidak selalu untung, kami sudah belajar benar-benar dari nol. Dan saya percaya dengan sistem belajar learning by doing dimana kesalahan itu pasti ada, dan harus ada untuk diperbaiki. Jika tidak ada kesalahan, berarti kita tidak melalui proses pembelajaran.
Selain belajar praktek dengan turun langsung ke dunia bisnis, masih ada tanggung jawab lain yang sangat penting, yaitu akademik. Awalnya saya merasa kesulitan dengan materi-materi Manajemen Bisnis, namun semakin kesini, saya memahami materi-materi apa yang sebenarnya dibekali di Manajemen Bisnis ini. Namun memang saya merasa kekurangan dalam hal tutor atau asisten lab yang membantu kami dalam belajar, karena tidak ada orang yang bisa ditanya. Terlebih lagi kami angkatan pertama, benar-benara harus survive belajar sendiri. Mungkin kalau saya boleh saran, Manajemen Bisnis dapat membuka laboratorium Bisnis, beserta asisten-asisten lab nya, sehingga mahasiswa Manajemen Bisnis generasi kedua dan seterusnya tidak merasa kesulitan dalam suatu mata kuliah.
Akhir semester kemarin, saya merasa nilai IP saya mengalami penurunan, mungkin karena ketika itu fokus saya terbelah, karena perlombaan ISIC cukup menyita waktu saya sampai-sampai harus izin beberapa mata kuliah dan UAS. Namun, saya belajar dari hal itu. Di Manajemen Bisnis ini, selain belajar akademik, saya belajar mengenai manajemen waktu. Dimana saya harus bisa me manage diri saya sendiri antara kegiatan akademik, kegiatan organisasi, bisnis, dan lainnya. Sehingga secara tidak langsung, hal-hal tersebut melatih saya untuk pintar-pintar membagi waktu dan prioritas.
Selama dibangku kuliah, saya mengikuti pelatihan di ITS seperti LKMM pra-TD, LKMM TD, dan Green Business yang merupakan kerjasama Manajemen Bisnis dengan ILO. Kegiatan Non Akademik saya yaitu staff Departemen Hubungan Luar HMTI, AdminKeu Entrepreneur Club HMTI, OC LKMM TD,OC Sistem, dan GIP Fair AIESEC. Saya juga bergabung dengan komunitas Marketeers.
Saya mempunyai timeline untuk beberapa tahun kedepan. Tentunya lulus tepat waktu dengan IPK 3,8 (amiin) adalah tanggung jawab saya. Sebetulnya ada dua pertimbangan setelah saya lulus nanti, antara ingin melanjutkan S2 dengan beasiswa erasmus mundus, atau bekerja di multinational company. Saya ingin mencoba mencari pengalaman dengan internship abroad, karena untuk membangun relasi dan belajar banyak hal serta membuat diri kita semakin terbuka terhadap kultur budaya kerja mereka yang baik. Untuk meraih mimpi-mimpi tersebut tentunya ada langkah yang harus diambil, saat ini saya mulai fokus kembali akademik, dan les bahasa inggris. Saya juga ingin melanjutkan bisnis saya selepas kuliah nanti. Bekerja sambil berbisnis tidak ada salahnya jika kita benar-benar bisa membagi waktu. Walapun saya belum yakin, apa salahnya nanti mencoba.
Besar harapan saya dengan belajar di Manajemen Bisnis ini, adalah pintu gerbang saya dan teman-teman meraih kesuksesan. Entah itu menjadi ‘future employee’ atau entrepreneur.
Metode Penelitian Bisnis
Pada Selasa, 11 Februari 2014 kami mahasiswa Manajemen Bisnis 01 mendapatkan mata kuliah mengenai Metode Penelitian Bisnis oleh Pak Imam Baihaqi. Beliau menjelaskan beberapa hal pada pertemuan pertama kali ini. Hal pertama yang beliau bahas adalah mengenai Tugas Akhir. Pada tahun ini Tugas Akhir atau yang biasa disingkat TA ini akan berubah menjadi Skripsi. Khusus untuk mahasiswa Manajemen Bisnis, Skripsi dibagi menjadi dua, yaiu Business Research dan Business Start-Up. Sehingga mahasiswa Manajemen Bisnis diberikan 2 alternatif yang dapat dipilih. Ada perbedaan antara keduanya.
Pada Business Research, menitikberatkan pada case study, dimana case study yang diambil adalah studi kasus real suatu perusahaan. Sehingga sifatnya lebih kepada problem solving. Klasifikasi perusahaan yang dipilih adalah menengah atau menengah ke atas. Mahasiswa bertindak sebagai Consultation Research. Susunan laporannya terdiri dari Testing Hipotesa yaitu bagaimana kita menduga. Contohnya mengangkat tema mengenai preferensi mahasiswa terhadap mobile phone, sehingga hipotesanya adalah semakin banyak biaya yang dikeluargan untuk mobile phone, maka mahasiswa akan semakin malas belajar. Setelah membuat hipotesa, kemudian melakukan survei yaitu dengan menggunakan data statistik dan wawancara. Contoh lain dengan menggunakan metode ini misalnya, perusahaan belum mempunyai branding, maka dibantu dengan strategi branding, contoh lainnya misalnya mengenai pricing strategy yaitu revenue management dengan memainkan harga.
Pada Business Start-Up Research, fokusan penelitian dapat diambil dari bisnis konvensional dan bisnis social enterprise. Materi yang dibahas yaitu meliputi mata kuliah yang sudah pernah diambil. Sehingga dibentuk menjadi kesatuan. Mulai dari Konsep,Business Model, Revenue Stream, Financial Plan, Marketing Plan, dan lain-lain. Sehingga perbedaan yang menonjol diantara keduanya yaitu jika Business Research menakankan di satu fokusan misalnya marketing, sedangkan Business Start-Up menekankan semua kemampuan mata kuliah.
Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai KP (Kerja Praktek). Dimana nanti akan disosialisasikan lebih lanjut lagi. Kerja Praktek ini dapat dilakukan di UKM ataupun diperusahaan. Di perusahaan kita bertindak sebagai problem solver.
Menurut saya, adanya dua pilihan dalam Tugas Akhir lebih membantu mahasiswa terhadap alternatif yang akan dipilih. Namun, mahasiswa masih membutuhkan sosialisasi lebih lanjut mengenai Tugas Akhir. Yang masih saya bingungkan adalah kami masih mengawang-ngawang mengenai materi Tugas Akhir karena bisa dibilang belum adanya senior yang menjadi panutan kami. Sehingga kami harus benar-benar berusaha semaksimal mungkin dalam menerjemahkan studi kasus perusahaan yang sesuai atau berkolerasi dengan mata kuliah Manajemen Bisnis.
Saya bersyukur karena adanya mata kuliah ini yang membantu mahasiswa Manajemen Bisnis dalam menyusun TA dengan beberapa metode penelitian. Sejujurnya saya pribadi masih belum paham metode penelitian apa yang akan dipakai dan yang paling sesuai dengan Manajemen Bisnis. Saya dahulu sempat browsing mengenai metode penelitian yang biasa digunakan oleh ilmu atau bidang Manajemen, ketika itu saya sedang menyusun full paper perlombaan ISIC. Metode nya berupa riset penelitian. Kemudian yang saya lihat memang lebih banyak yang membahasa materi secara kualitatif, namun saya berusaha menambahakan bagaimana caranya agar penelitian kualitatif dapat di kuantitatifkan. Akhirnya saya membuat analisa SWOT, yang diberi pembobotan menggunakan software expert choice, dimana skor yang saya berikan berdasarkan skala kuesioner yang saya berikan kepada representatif Dinas UKM di Surabaya.
Mulai dari perlombaan paper tersebut, saya belajar bagaimana membuat karya tulis yang baik, walaupun ada sedikit perbedaan format dalam penyusunan paper dengan skripsi. Yang saya rasakan bahwa mahasiswa ternyata mulai dari semeseter awal harus sudah diperkenalkan dengan Karya Tulis Ilmiah, atau adanya info-info dari jurusan mengenai lomba paper. Dengan tujuan untuk melatih kemampuan berpikir mahasiswa dan kemampuan problem solving sehingga lebih memudahkan mahasiswa ketika mengahadapi TA nanti. Memang referensi yang saya temukan kebanyakan adalah karya tulis yang diulas oleh mahasiswa Manajemen dan Ekonomi, dan masih sangat jarang yang diulas oleh mahasiswa Manajemen Bisnis.
Mahasiswa Manajemen Bisnis ITS selain kemampuan kualitatifnya, kemampuan kuantitatif juga penting untuk mendukung statement kualitatif. Saya berharap dengan pelajaran ini, dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai Tugas Akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar