Siapa Galih Mahendra Irawan ?
Dilahirkan
pada 25 Juni 1993 di sebuah rumah dengan bantuan seorang dokter dan beberapa
bidan cukup menggambarkan bagaimana sulitnya ibu saya melahirkan saya. Pada
saat itu kondisi saat lahir cukup mengagetkan kedua orang tua, karena ada
beberapa bagian tubuh yang tidak normal mulai dari kuping yang berbeda kanan
dan kiri, jari kaki yang kecil hingga kaki saya yang sedikit bengkok. Saya
bersyukur memiliki seorang ayah yang berprofesi sebagai PNS di bidang
keperawatan yang saat itu merawat saya hingga akhirnya kaki saya sudah normal
sebelum umur 2 tahun hingga saya bisa seperti anak normal lain. Singkat cerita
pada masa balita itu saya sangatlah nakal menurut beberapa orang yang ikut
merawat saya ketika kecil.
Memasuki
usia 4 tahun saya mulai mendapat pendidikan di taman kanak-kanak meskipun
banyak yang mengatakan bahwa usia saya masih belum mencukupi namun orang tua
tetap menginginkan saya untuk masuk TK. Setelah 2 tahun di TK sudah saatnya
bagi saya untuk memasuki jenjang Sekolah Dasar. Pada saat itu saya juga tidak
mendapat persetujuan dari penyeleksi, namun setelah menunjukkan kemampuan
sayang yang sudah lancar membaca koran dan mengaji saya mendapat persetujuan
untuk lolos masuk SD. Mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 tak sedikit prestasi
yang saya peroleh baik itu prestasi akademis maupun non akademis. Selama 6
tahun sekolah saya tak pernah sekalipun absen menduduki peringkat 3 besar,
bahkan sejak kelas 4 hingga kelas 6 saya selalu mendapatkan peringkat 1.
Prestasi akademis lain yang saya peroleh saat itu adalah menjadi juara 1 lomba
matematika tingkat kecamatan meskipun pada saat meneruskan ke tingkat kota
hanya menduduki peringkat 10 besar. Di bidang non akademis juga tak sedikit
prestasi yang saya peroleh mulai dari juara 1 sepak bola selama 2 tahun
berturut-turut, manjabat sebagai pratama selama 2 tahun hingga menjadi delegasi
penerima tamu asing di sebuah lembaga les bahasa inggris. Saat masa sekolah
dasar inilah cita-cita saya mulai terbentuk saat melihat pekerjaan ayah yang
cukup menyenangkan, yakni menjadi seorang dokter. Pada saat kelas 6 SD ayah
saya mengambil alih hak kepemilikan sebuah perusahaan makanan konsumsi
sehari-hari yang awalnya milik sahabat karibnya yang pada saat itu sahabatnya
tersebut meninggal dunia tetapi keluarga yang ditinggal tidak mampu melanjutkan
bisnis tersebut. Karena ayah saya menilai perusahaan tersebut memiliki prospek
yang cukup bagus kedepannya, maka perusahaan itu dibeli hak kepemilikannya.
Lanjut
cerita, saat memasuki masa SMP saya mulai mengenal olah raga basket. Saya
tertarik untuk mempelajari lebih lanjut olah raga ini. Hingga sampai pada saat
pembagian rapot kelas 2 saya mendapatkan nilai yang turun dan orang tua saya
menyuruh untuk berhenti mengikuti basket. Namun kecintaan terhadap basket tidak
bisa saya hilangkan, untung pada saat SMP saya sudah mulai berpisah dengan
orang tua karena saya harus kos. Sehingga saya benar-benar bisa banyak
meluangkan waktu untuk berlatih basket yang saat itu seminggu 3 kali namun
konsekuensinya saya harus benar- benar bisa membagi waktu dengan belajar.
Hingga datanglah sebuah momen saat saya dapat menunjukkan bahwa basket yang
saya tekuni ini dapat membuat saya dan orang tua bangga saat saya yang menjadi
bagian tim basket SMP yang selalu menjadi juara 1 saat setiap ada kejuaraan
baik itu dalam kota dan luar kota. Bahkan pada saat momen yang paling
menyenangkan bagi saya saat saya lolos team olimpiade matematika tingkat daerah
saya juga menjadi juara satu saat ada kejuaraan basket. Itu yang saya buktikan
pada orang tua bahwa basket yang saya cintai tidak mengganggu proses belajar
saya. Pada akhir masa SMP saya juga mampu menjadi peraih perinkat 1 UN+UAS se
Kota Banyuwangi.
Memasuki
masa SMA yang mengharuskan saya harus tingga jauh dengan orang tua karena saya
memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Kota Malang. Sempat terfikir oleh saya
untuk memaksa orang tua untuk pindah ke kota karena sering merasakan home sick yang menyiksa. Namun perlahan
saya mulai bisa meninggalkan penyakit itu saat saya sudah menemukan teman di
rumah yang saya tinggali di Malang. Di sekolah favorit yang saya masuki ini,
saya juga mengikuti ekstra basket yang juga menjadi salah satu ekstra paling
favorit di sekolah tersebut. Seiring berjalannya waktu saya juga mampu
menjuarai berbagai turnamen basket dalam kota sampai tingkat provinsi. Pada
akhir masa SMA ini saya mendapat mandat dari sekolah untuk mengurusi buku
angkatan. Meskipun memerlukan waktu yang lama hingga mendapat berbagai kecaman
dari teman seangkatan, akhirnya saya bersama team saya dapat menyelesaikan buku
angkatan dengan hasil yang sangat memuaskan. Pada masa SMA saya juga pernah
menjadi koordinator keamana pada sebuah acara pentas seni sekolah yang
mengundang guest star band indi
terkenal yang syukur acaranya sanagt sukses dan tiket ludes terjual namun
keamanan tetap terjaga.
Pada
masa memasuki akhir sekolah saya mendapat banyak cobaan yang cukup berat saat
nilai num yang saya dapatkan sangat buruk dan juga saya tidak dapat lolos pada
seleksi SNMPTN undangan yang pada saat itu saya memilih FK UI. Cobaan tidak
berhenti sampai disitu saja, saat mengikuti tes SNMPTN saya mencoba menurunkan
grade dengan mencoba memilih FK UNPAD. Namun, Tuhan belum memberikan saya jalan
saya kembali tidak diterima. Pada saat itulah masa kritis paling saya rasakan
selama hidup. Mencoba bangkit dan mengikuti tes PMDK di UNAIR dan UB juga saya
masih gagal. Mungkin Tuhan berusaha memberikan pandangan lain pada saya bahwa
tidak hanya kedokteranlah yang akan memberikan masa depan yang baik saat ITS
membuka pendaftaran murid baru melalui jalur mandiri. Saat itu saya mendaftar
pada hari terakhir pendaftara dan sisa tinggal 2 jam penutupan akhir dan saat
itu juga saya langsung memilih prodi manajemen bisnis meskipun saya belum tau
bagaimana tentang prodi itu. Itu saya lakukan karena saya pada waktu SMA juga
pernah melakukan bisnis dan mendapat hasil memuaskan yang diluar perkiraan saya
sendiri. Jalan menjadi seorang dokter masih belum Tuhan buka bagi saya saat
saya kembali tidak diterima di berbagai universitas namun jalan saya untuk
menjadi seorang bisnisman dibuka oleh Tuhan saat saya diterima di manajemen
bisnis ITS. Mungkin bila saat itu saya tidak juga diterima di ITS saya akan
menganggur selama setahun karena ITS adalah universitas terakhir yang membuka
penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.
Tak
sedikit cemoohan yang saya dapatkan saat saya tidak bisa memasuki kedokteran
mulai dari teman hingga tetangga rumah. Bahkan orang tua saya juga mencemooh
saya meskipun pada akhirnya mulai mau menerima kenyataan bahwa belum mendapat
jalan untuk menjadi seorng dokter. Orang tua saya juga tetap memaksa saya untuk
mencoba mengikuti SNMPTN tahun depan untuk mencoba masuk kedokteran disamping
saya juga masih sering merasa iri pada teman – teman saya yang berhasil masuk
kedokteran. Namun di MB ini saya juga dapat merasakan jiwa saya benar-benar
cocok untuk menjadi seorang pebisnis dan mengembangkan perusahaan ayah saya
yang kini juga sudah mulai membesar sejak ayah saya mengambil alih perusahaan
dari temannya itu.
Hingga
kini saya sudah mulai bisa menerima kenyataan bahwa untuk menjadi seorang yang
sukses banyak jalan seperti sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “Banyak jalan
menuju Roma”. Kini saya sudah memiliki kesibukan yang saya lakukan di kampus
untuk menunjang softskill yang saya
miliki mulai dari menjadi kabinet di HMTI, asisten Laboratorium PSMI dan yang
tidak akan pernah saya tinggalkan menjadi anggota klub basket yang selalu saya
ikuti sejak jenjang SMP.
Metodologi Penelitian
Untuk mengawali bercerita
mengenai metodologi penelitian, mohon maaf yang sebesarnya saya ucapkan kepada
Bapak Imam Baihaqi selaku dosen mata kuliah ini karena pada pertemuan pertama
saya beserta beberapa teman terlambat 30 menit memasuki kelas karena terlebih
dahulu melakukan makan malam di tempat yang cukup jauh dari kampus sehingga
saat kembali memerlukan waktu yang lama karena memasuki jam macetnya Kota
Surabaya.
Memasuki kelas yang sudah
dimulai, saya melewatkan beberapa informasi awal mengenai fokus dari mata
kuliah ini. Namun dari sekilas yang saya baca pada tulisan Pak Imam di papan
tulis saya mulai memahami bahwa inti dari mata kuliah ini adalah penelitian individu
yang harus dilakukan oleh mahasiswa pada sebuah perusahaan dalam menyelesaikan
masalah yang dihadapi oleh perusahaan tersebut jika perusahaan yang diamati
berskala menengah sampai besar. Penelitian juga dapat dilakukan pada sebuah UKM
dimana nantinya kami sebagai Mahasiswa Manajemen Bisnis ITS dituntut untuk
melakukan perubahan yang cukup radikal yang nantinya akan membantu UKM yang
diamati menjadi harus lebih baik. Baik itu dari segi keuangan, efisiensi
produktifitas, manajemen pekerja ataupun sampai pada strategi promosi yang
harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja UKM menjadi lebih baik.
Mata kuliah ini juga menjadi
awalan yang sangat baik bagi kami, Mahasiswa Manajemen Bisnis ITS, sebelum
menyiapkan tugas akhir sebagai persyaratan lulus dari ITS dengan predikat
Sarjana Manajemen nantinya. Namun yang perlu menjadi perhatian disini nantinya
adalah, dengan menyandang gelar yang berbeda dengan kebanyakan jurusan lain
yang bergelar sarjana teknik bagi mahasiswanya yang lulus membuat Mahasiswa
Manajemen Bisnis memiliki metode penelitian yang berbeda dari mahasiswa ITS
pada umumnya. Seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Saiful bahwa seorang sarjana
manajemen tidak hanya ahli dalam perhitungan matematis namun juga memasukkan
unsur sosial yang juga mempengaruhi dalam penelitiannya.
Mari berikan kemampuan terbaik
pada mata kuliah ini karena mata kuliah ini merupakan pembelajaran terbaik
sebelum kita terjun dalam tugas akhir.
La Victoire Nécessite Une Préparation!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar