Senin, 17 Februari 2014

Galih Mahendra Irawan - 2511101002



Siapa Galih Mahendra Irawan ?
Dilahirkan pada 25 Juni 1993 di sebuah rumah dengan bantuan seorang dokter dan beberapa bidan cukup menggambarkan bagaimana sulitnya ibu saya melahirkan saya. Pada saat itu kondisi saat lahir cukup mengagetkan kedua orang tua, karena ada beberapa bagian tubuh yang tidak normal mulai dari kuping yang berbeda kanan dan kiri, jari kaki yang kecil hingga kaki saya yang sedikit bengkok. Saya bersyukur memiliki seorang ayah yang berprofesi sebagai PNS di bidang keperawatan yang saat itu merawat saya hingga akhirnya kaki saya sudah normal sebelum umur 2 tahun hingga saya bisa seperti anak normal lain. Singkat cerita pada masa balita itu saya sangatlah nakal menurut beberapa orang yang ikut merawat saya ketika kecil.
Memasuki usia 4 tahun saya mulai mendapat pendidikan di taman kanak-kanak meskipun banyak yang mengatakan bahwa usia saya masih belum mencukupi namun orang tua tetap menginginkan saya untuk masuk TK. Setelah 2 tahun di TK sudah saatnya bagi saya untuk memasuki jenjang Sekolah Dasar. Pada saat itu saya juga tidak mendapat persetujuan dari penyeleksi, namun setelah menunjukkan kemampuan sayang yang sudah lancar membaca koran dan mengaji saya mendapat persetujuan untuk lolos masuk SD. Mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 tak sedikit prestasi yang saya peroleh baik itu prestasi akademis maupun non akademis. Selama 6 tahun sekolah saya tak pernah sekalipun absen menduduki peringkat 3 besar, bahkan sejak kelas 4 hingga kelas 6 saya selalu mendapatkan peringkat 1. Prestasi akademis lain yang saya peroleh saat itu adalah menjadi juara 1 lomba matematika tingkat kecamatan meskipun pada saat meneruskan ke tingkat kota hanya menduduki peringkat 10 besar. Di bidang non akademis juga tak sedikit prestasi yang saya peroleh mulai dari juara 1 sepak bola selama 2 tahun berturut-turut, manjabat sebagai pratama selama 2 tahun hingga menjadi delegasi penerima tamu asing di sebuah lembaga les bahasa inggris. Saat masa sekolah dasar inilah cita-cita saya mulai terbentuk saat melihat pekerjaan ayah yang cukup menyenangkan, yakni menjadi seorang dokter. Pada saat kelas 6 SD ayah saya mengambil alih hak kepemilikan sebuah perusahaan makanan konsumsi sehari-hari yang awalnya milik sahabat karibnya yang pada saat itu sahabatnya tersebut meninggal dunia tetapi keluarga yang ditinggal tidak mampu melanjutkan bisnis tersebut. Karena ayah saya menilai perusahaan tersebut memiliki prospek yang cukup bagus kedepannya, maka perusahaan itu dibeli hak kepemilikannya.
Lanjut cerita, saat memasuki masa SMP saya mulai mengenal olah raga basket. Saya tertarik untuk mempelajari lebih lanjut olah raga ini. Hingga sampai pada saat pembagian rapot kelas 2 saya mendapatkan nilai yang turun dan orang tua saya menyuruh untuk berhenti mengikuti basket. Namun kecintaan terhadap basket tidak bisa saya hilangkan, untung pada saat SMP saya sudah mulai berpisah dengan orang tua karena saya harus kos. Sehingga saya benar-benar bisa banyak meluangkan waktu untuk berlatih basket yang saat itu seminggu 3 kali namun konsekuensinya saya harus benar- benar bisa membagi waktu dengan belajar. Hingga datanglah sebuah momen saat saya dapat menunjukkan bahwa basket yang saya tekuni ini dapat membuat saya dan orang tua bangga saat saya yang menjadi bagian tim basket SMP yang selalu menjadi juara 1 saat setiap ada kejuaraan baik itu dalam kota dan luar kota. Bahkan pada saat momen yang paling menyenangkan bagi saya saat saya lolos team olimpiade matematika tingkat daerah saya juga menjadi juara satu saat ada kejuaraan basket. Itu yang saya buktikan pada orang tua bahwa basket yang saya cintai tidak mengganggu proses belajar saya. Pada akhir masa SMP saya juga mampu menjadi peraih perinkat 1 UN+UAS se Kota Banyuwangi.
Memasuki masa SMA yang mengharuskan saya harus tingga jauh dengan orang tua karena saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Kota Malang. Sempat terfikir oleh saya untuk memaksa orang tua untuk pindah ke kota karena sering merasakan home sick yang menyiksa. Namun perlahan saya mulai bisa meninggalkan penyakit itu saat saya sudah menemukan teman di rumah yang saya tinggali di Malang. Di sekolah favorit yang saya masuki ini, saya juga mengikuti ekstra basket yang juga menjadi salah satu ekstra paling favorit di sekolah tersebut. Seiring berjalannya waktu saya juga mampu menjuarai berbagai turnamen basket dalam kota sampai tingkat provinsi. Pada akhir masa SMA ini saya mendapat mandat dari sekolah untuk mengurusi buku angkatan. Meskipun memerlukan waktu yang lama hingga mendapat berbagai kecaman dari teman seangkatan, akhirnya saya bersama team saya dapat menyelesaikan buku angkatan dengan hasil yang sangat memuaskan. Pada masa SMA saya juga pernah menjadi koordinator keamana pada sebuah acara pentas seni sekolah yang mengundang guest star band indi terkenal yang syukur acaranya sanagt sukses dan tiket ludes terjual namun keamanan tetap terjaga.
Pada masa memasuki akhir sekolah saya mendapat banyak cobaan yang cukup berat saat nilai num yang saya dapatkan sangat buruk dan juga saya tidak dapat lolos pada seleksi SNMPTN undangan yang pada saat itu saya memilih FK UI. Cobaan tidak berhenti sampai disitu saja, saat mengikuti tes SNMPTN saya mencoba menurunkan grade dengan mencoba memilih FK UNPAD. Namun, Tuhan belum memberikan saya jalan saya kembali tidak diterima. Pada saat itulah masa kritis paling saya rasakan selama hidup. Mencoba bangkit dan mengikuti tes PMDK di UNAIR dan UB juga saya masih gagal. Mungkin Tuhan berusaha memberikan pandangan lain pada saya bahwa tidak hanya kedokteranlah yang akan memberikan masa depan yang baik saat ITS membuka pendaftaran murid baru melalui jalur mandiri. Saat itu saya mendaftar pada hari terakhir pendaftara dan sisa tinggal 2 jam penutupan akhir dan saat itu juga saya langsung memilih prodi manajemen bisnis meskipun saya belum tau bagaimana tentang prodi itu. Itu saya lakukan karena saya pada waktu SMA juga pernah melakukan bisnis dan mendapat hasil memuaskan yang diluar perkiraan saya sendiri. Jalan menjadi seorang dokter masih belum Tuhan buka bagi saya saat saya kembali tidak diterima di berbagai universitas namun jalan saya untuk menjadi seorang bisnisman dibuka oleh Tuhan saat saya diterima di manajemen bisnis ITS. Mungkin bila saat itu saya tidak juga diterima di ITS saya akan menganggur selama setahun karena ITS adalah universitas terakhir yang membuka penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.
Tak sedikit cemoohan yang saya dapatkan saat saya tidak bisa memasuki kedokteran mulai dari teman hingga tetangga rumah. Bahkan orang tua saya juga mencemooh saya meskipun pada akhirnya mulai mau menerima kenyataan bahwa belum mendapat jalan untuk menjadi seorng dokter. Orang tua saya juga tetap memaksa saya untuk mencoba mengikuti SNMPTN tahun depan untuk mencoba masuk kedokteran disamping saya juga masih sering merasa iri pada teman – teman saya yang berhasil masuk kedokteran. Namun di MB ini saya juga dapat merasakan jiwa saya benar-benar cocok untuk menjadi seorang pebisnis dan mengembangkan perusahaan ayah saya yang kini juga sudah mulai membesar sejak ayah saya mengambil alih perusahaan dari temannya itu.
Hingga kini saya sudah mulai bisa menerima kenyataan bahwa untuk menjadi seorang yang sukses banyak jalan seperti sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “Banyak jalan menuju Roma”. Kini saya sudah memiliki kesibukan yang saya lakukan di kampus untuk menunjang softskill yang saya miliki mulai dari menjadi kabinet di HMTI, asisten Laboratorium PSMI dan yang tidak akan pernah saya tinggalkan menjadi anggota klub basket yang selalu saya ikuti sejak jenjang SMP.

Metodologi Penelitian
Untuk mengawali bercerita mengenai metodologi penelitian, mohon maaf yang sebesarnya saya ucapkan kepada Bapak Imam Baihaqi selaku dosen mata kuliah ini karena pada pertemuan pertama saya beserta beberapa teman terlambat 30 menit memasuki kelas karena terlebih dahulu melakukan makan malam di tempat yang cukup jauh dari kampus sehingga saat kembali memerlukan waktu yang lama karena memasuki jam macetnya Kota Surabaya.
Memasuki kelas yang sudah dimulai, saya melewatkan beberapa informasi awal mengenai fokus dari mata kuliah ini. Namun dari sekilas yang saya baca pada tulisan Pak Imam di papan tulis saya mulai memahami bahwa inti dari mata kuliah ini adalah penelitian individu yang harus dilakukan oleh mahasiswa pada sebuah perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh perusahaan tersebut jika perusahaan yang diamati berskala menengah sampai besar. Penelitian juga dapat dilakukan pada sebuah UKM dimana nantinya kami sebagai Mahasiswa Manajemen Bisnis ITS dituntut untuk melakukan perubahan yang cukup radikal yang nantinya akan membantu UKM yang diamati menjadi harus lebih baik. Baik itu dari segi keuangan, efisiensi produktifitas, manajemen pekerja ataupun sampai pada strategi promosi yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja UKM menjadi lebih baik.
Mata kuliah ini juga menjadi awalan yang sangat baik bagi kami, Mahasiswa Manajemen Bisnis ITS, sebelum menyiapkan tugas akhir sebagai persyaratan lulus dari ITS dengan predikat Sarjana Manajemen nantinya. Namun yang perlu menjadi perhatian disini nantinya adalah, dengan menyandang gelar yang berbeda dengan kebanyakan jurusan lain yang bergelar sarjana teknik bagi mahasiswanya yang lulus membuat Mahasiswa Manajemen Bisnis memiliki metode penelitian yang berbeda dari mahasiswa ITS pada umumnya. Seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Saiful bahwa seorang sarjana manajemen tidak hanya ahli dalam perhitungan matematis namun juga memasukkan unsur sosial yang juga mempengaruhi dalam penelitiannya.
Mari berikan kemampuan terbaik pada mata kuliah ini karena mata kuliah ini merupakan pembelajaran terbaik sebelum kita terjun dalam tugas akhir.
La Victoire Nécessite Une Préparation!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar