Minggu, 16 Februari 2014

Fitriana Azizah - 2511101020



FITRIANA AZIZAH
Nama saya Fitriana Azizah, mahasiswi kelas Manajemen Bisnis angkatan 2011. Saya anak kedua dari empat bersaudara dan berasal dari kota Bogor. Saya lahir di kota Bogor, 13 Maret 1994. Saya memang anak perantauan, namun saya senang bisa belajar mandiri dan jauh dari orang tua. Orang tua saya pun membebaskan anak-anaknya untuk kuliah dimana saja, asalkan kuliah dengan baik dan benar. Kuliah pun harus diimbangi dengan kegiatan-kegiatan lain sehingga pembelajaran terus di dapat baik dari internal maupun eksternal, baik hardskill maupun softskill. Sudah hampir tiga tahun saya menjalani kuliah di Manajemen Bisnis dan saya merasa bersyukur sekali karena di jurusan inilah saya mendapatkan banyak sekali pembelajaran yang bermanfaat bagi diri saya dan lingkungan. Dahulu, saya tidak terlalu menikmati kuliah di Manajemen Bisnis karena saya tidak menyenangi pelajaran IPS terutama Ekonomi. Tidak disangka, saya bertemu lagi dengan mata pelajaran yang bersinggungan dengan ekonomi hampir di setiap semester. Tetapi, setelah dipelajari lebih dalam, ternyata ekonomi cukup menyenangkan dan saya selalu bersemangat untuk belajar. Ini merupakan salah satu perubahan dalam cara saya memandang sebuah ilmu. Setiap ilmu pasti bermanfaat, tergantung bagaimana keniatan dalam mempelajarinya. Jika niat, ilmu tersebut pasti bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, terutama dalam berbisnis.
Selama masa perkuliahan, saya sudah memiliki bisnis fashion yang merupakan hasil dari pembelajaran di jurusan Manajemen Bisnis. Bisnis saya ini bernama La Fancy Skirt. Hingga saat ini, bisnis tersebut masih sustain dan akan terus dikembangkan untuk bisa membantu pengrajin baju di Surabaya. Saya dan kedua teman saya pun terus berusaha untuk menjadikan bisnis ini memiliki prospek dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan memberikan inovasi-inovasi tertentu. Lewat bisnis ini pun, saya berharap diri saya memiliki motivasi untuk melakukan perubahan, baik untuk diri sendiri maupun untuk Negara ini dan manfaatnya terasa hingga rakyat-rakyat kecil yang saat ini sedang membutuhkan lapangan pekerjaan.
Selain itu pula, saya harus memperbaiki diri di setiap semester yang saya tempuh. Keinginan saya untuk memperbaiki diri di semester 6 ini akan terus saya jalani disamping banyaknya godaan untuk bermalas-malasan. Saya akan tetap pada tujuan awal saya kuliah karena ada orang-orang yang harus diberi bahagia sebab kesungguhan saya. Pada akhirnya saya memutuskan untuk merubah kebiasaan yang tidak baik dan merugikan yang bisa menggagalkan mimpi-mimpi saya. Salah satu alasan mengapa saya harus menjadi orang yang rajin dalam menuntut ilmu adalah kebahagiaan ibu dan ayah. Jauh-jauh sekolah, apa mau sia-sia? Tidak tega saya mengecewakan mereka yang selalu mendoakan saya di sujud terakhir sholatnya, menunggu anaknya pulang karena rindu akan hangatnya kebersamaan. Bertanya kabar, mengkhawatirkan keadaan, mengirimkan semangat, sungguh betapa mulia kedudukan mereka di sisi-Nya. Ingatkan saya untuk terus belajar karena saya akan pulang ke rumah dengan ceria, sembari membawa kabar baik dari hasil menuntut ilmu. Pelan-pelan membalas jasanya, tanpa harus terus meminta. Semoga selalu diberi kelancaran dan kemudahan dalam menggapai mimpi di dunia dan akhirat, salah satunya membuat orangtua bangga dengan kerja keras saya. Perlahan namun pasti.


METODE PENELITIAN BISNIS
Selasa, 11 Februari 2014.
Saya memulai hari ini dengan menyusun agenda-agenda yang akan dilakukan untuk membuat hari saya lebih produktif. Nama saya Fitriana Azizah. Saat ini sedang duduk di semester 6 jurusan Manajemen Bisnis yang baru mulai saya jalani untuk enam bulan kedepan. Hari ini saya bangun lebih pagi daripada biasanya karena agenda pertama sangatlah penting, yaitu berdiskusi dengan teman satu 'komplotan' usaha saya untuk persiapan lomba bisnis yang diadakan oleh salah satu club bisnis, Campus Marketeers Club. Hari ini saya juga harus mengikuti kuliah Metode Penelitian Bisnis. Saya sempat mengunduh buku Business Research Methods karya Dr. Sue Greener sehari sebelum perkuliahan dimulai. Sekilas saya membaca mengenai buku tersebut, banyak hal yang sudah dipelajari dalam mata kuliah Marketing Research yang telah saya dan teman-teman ikuti pada semester 3. Contohnya seperti mendesain pertanyaan kuisioner dan menyusun serta menganalisis data kuantitatif maupun kualitatif. Namun, tidak tahu pasti apakah saat di kelas nanti saya akan mendapatkan hal yang sama dengan apa yang telah saya baca kemarin. Mata kuliah tersebut mempelajari cara melakukan riset yang benar untuk keperluan bisnis, itulah anggapan awal saya terhadap mata kuliah tersebut.
Setelah selesai mempersiapkan sedikit demi sedikit untuk lomba nantinya, saya dan teman-teman memutuskan untuk melanjutkan kembali agenda kami masing-masing. Saya kembali ke rumah kedua saya (baca: kost) untuk beristirahat sejenak sebelum mengikuti kuliah Metode Penelitian jam 18.00 WIB nanti. Pada akhirnya jam 18.00 WIB tiba dan saya sudah duduk di dalam ruang TI-108. Sembari menunggu teman-teman dan dosen mata kuliah datang, saya membayangkan kembali pelajaran seperti apa Metode Penelitian Bisnis ini. Apakah nantinya saya dan teman-teman diberi tugas untuk melakukan riset bisnis atau berlatih melakukan riset sebelum akhirnya saya terjun ke dunia bisnis. Sejenak ingin keluar dari kelas, ternyata pak Imam sudah datang menghampiri ruangan. Saya pun kembali duduk ke tempat semula dan bersiap untuk menerima ilmu baru dari seorang dosen yang namanya sudah tidak asing lagi untuk mahasiswa/i jurusan Manajemen Bisnis, pak Imam Baihaqi. Sebelum memulai perkuliahan, pak Imam menjelaskan terlebih dahulu apa yang akan saya dan teman-teman pelajari hari ini beserta gambaran sedikit mengenai mata kuliah Metode Penelitian Bisnis. Tidak jauh dari apa yang saya bayangkan dan baca sebelumnya, bahwa metode penelitian bisnis mengacu pada bagaimana melakukan riset yang baik dan benar. Riset ini terdiri dari dua jenis, yaitu business research dan business start-up research.
Riset ini berguna untuk menyusun Tugas Akhir (TA) atau skripsi yang akan saya buat nanti. Hal-hal yang harus dilakukan antara lain melakukan survey dan wawancara. Untuk penyusunan tugas akhir, topik berdasarkan pada masalah yang ada di perusahaan dan diharapkan saya dapat menjadi pemecah masalah di perusahaan tersebut dengan memberikan solusi-solusi yang cemerlang. Selan itu, dibutuhkan kemampuan wanwancara, presentasi, statistika dan matematika yang baik. Namun, sebelum masuk lebih jauh, saya harus menelaah lebih dulu apa yang dimaksud dengan riset. Sedikit penjelasan mengenai riset, riset adalah langkah pengembangan teori dan memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan. Riset digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan cepat. Lalu, seperti apakah riset yang baik itu? Riset yang baik adalah riset yang selesai dilaksanakan dan realistis.
Gambaran yang di berikan oleh pak Imam tidak hanya sampai pada penjelasan mengenai riset. Beliau juga memberikan gambaran mengenai ujian proposal tugas akhir dan final presentation. Ujian proposal adalah saat dimana mahasiswa harus menjelaskan apa yang akan dilakukan untuk melakukan riset tersebut atau dalam bahasa asingnya, know what we going to do. Mahasiswa harus mengerti apa yang akan dilakukannya dan bagaimana cara melakukan riset tersebut. Selain itu, mahasiswa harus mencari masalah pada variabel amatan yang harus diselesaikan dan melakukan riset untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan mengumpulkan data, menganalisis, dan menuangkannya pada lembar-lembar kosong atau yang biasa disebut laporan tugas akhir. Barulah setelah itu, mahasiswa melakukan presentasi tugas akhir atau sidang yang menjadi penentuan terhadap apa yang sudah dikerjakan. Oleh karena itu, mata kuliah ini sangat bermanfaat sekali bagi mahasiswa yang akan mengerjakan tugas akhir termasuk saya yang sudah menginjak semester 6 ini.
Saya belajar banyak hal, khususnya pada saat mengikuti perkuliahan metode penlitian ini. Saya sadar bahwa kuliah adalah saatnya bagi kita untuk mengupgrade diri. Saya pun harus menentukan kapan saya akan lulus sehingga saya bisa menyiapkan strategi untuk mencapai taget tersebut dengan lancar. Sebelum membuat buku sendiri (re: tugas akhir), alangkah lebih baik jika dilatih sejak dini. Sudah cukup terlambat rasanya jika baru memulai belajar menulis pada semester 6 ini. Namun, lebih baik terlambat daripada tidak mencoba sama sekali, bukan? Maka, inilah saatnya untuk belajar menulis sedikit demi sedikit, walaupun bahasa yang digunakan tidak mumpuni layaknya seorang sastrawan yang pandai menulis. Deretan kata ini merupakan salah satu upaya untuk melatih kemampuan menulis saya, walaupun masih sangat berantakan karena seharusnya bahasa tulis yang digunakan adalah tegas, lugas, dan tidak ambigu.
Pada akhirnya saya telah sampai pada semester 6. Di semester inilah saatnya saya berpandai-pandai membuat strategi. Pak Imam memberikan banyak sekali masukan juga membuat saya perlahan-lahan sadar akan pentingnya belajar. Walaupun softskill dibutuhkan dalam dunia kerja, namun belajar untuk mendapatkan IP yang tinggi atau lebih tepatnya mengasah hardskill juga jangan sampai dilewatkan. Necessary but not enough, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan pentingnya hardskill. Walaupun saya tidak termasuk dalam mahasiswa yang lulus pada semester 7, namun jangan sampai menunda untuk membangun relasi dengan dosen dan dosen pembimbing tugas akhir nantinya. Saya berharap dosen dan mahasiswa dapat menjadi ‘sahabat’ dalam menggali ilmu untuk mata kuliah metode penelitian ini agar mahasiswa terbantu dengan adanya mata kuliah ini dan mendapatkan pembelajaran maksimal untuk persiapan menghadapi tugas akhir.
Setiap ilmu yang saya dapat selama perkuliahan maupun di luar kelas adalah ilmu yang bermanfaat karena saya yakin bahwa selama hidup itu kita belajar. Untuk itulah, mengapa saya harus rajin dalam menuntut ilmu, bersungguh-sungguh hingga Tuhan menilai bahwa kerja keras yang saya lakukan tidak pernah sia-sia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar