FITRIANA AZIZAH
Nama
saya Fitriana Azizah,
mahasiswi kelas Manajemen Bisnis angkatan 2011. Saya anak
kedua dari empat bersaudara dan berasal dari kota Bogor. Saya lahir di kota Bogor, 13
Maret 1994. Saya memang anak perantauan, namun saya senang bisa
belajar mandiri dan jauh dari orang tua. Orang tua saya pun membebaskan
anak-anaknya untuk kuliah dimana saja, asalkan kuliah dengan baik dan benar.
Kuliah pun harus diimbangi dengan kegiatan-kegiatan lain sehingga pembelajaran
terus di dapat baik dari internal maupun eksternal, baik hardskill maupun softskill.
Sudah hampir tiga
tahun saya menjalani kuliah di Manajemen Bisnis dan saya merasa bersyukur sekali karena di jurusan
inilah saya mendapatkan banyak sekali pembelajaran yang bermanfaat bagi diri
saya dan lingkungan. Dahulu, saya tidak
terlalu menikmati kuliah di Manajemen Bisnis karena saya tidak menyenangi pelajaran
IPS terutama Ekonomi. Tidak disangka, saya bertemu lagi dengan mata pelajaran
yang bersinggungan dengan ekonomi hampir di setiap semester. Tetapi, setelah
dipelajari lebih dalam, ternyata ekonomi cukup menyenangkan dan saya selalu
bersemangat untuk belajar. Ini merupakan salah satu perubahan dalam cara saya
memandang sebuah ilmu. Setiap ilmu pasti bermanfaat, tergantung bagaimana
keniatan dalam mempelajarinya. Jika niat, ilmu tersebut pasti bermanfaat untuk
kehidupan sehari-hari, terutama dalam berbisnis.
Selama
masa perkuliahan, saya sudah memiliki bisnis fashion yang merupakan hasil dari pembelajaran di jurusan Manajemen Bisnis.
Bisnis saya ini bernama La Fancy Skirt. Hingga saat ini, bisnis tersebut masih sustain dan akan terus dikembangkan
untuk bisa membantu pengrajin baju di Surabaya. Saya dan kedua teman saya pun terus berusaha
untuk menjadikan bisnis ini memiliki prospek dan dapat memenuhi kebutuhan
pelanggan dengan memberikan inovasi-inovasi tertentu. Lewat bisnis ini pun, saya
berharap diri saya memiliki motivasi untuk melakukan perubahan, baik untuk diri
sendiri maupun untuk Negara ini dan manfaatnya terasa hingga rakyat-rakyat
kecil yang saat ini sedang membutuhkan lapangan pekerjaan.
Selain
itu pula, saya harus memperbaiki diri di setiap semester yang saya tempuh. Keinginan saya untuk memperbaiki diri
di semester 6 ini akan terus saya jalani disamping banyaknya godaan untuk
bermalas-malasan. Saya akan tetap pada tujuan awal saya kuliah karena ada
orang-orang yang harus diberi bahagia sebab kesungguhan saya. Pada akhirnya
saya memutuskan untuk merubah kebiasaan yang tidak baik dan merugikan yang bisa
menggagalkan mimpi-mimpi saya. Salah satu alasan mengapa saya harus menjadi
orang yang rajin dalam menuntut ilmu adalah kebahagiaan ibu dan ayah. Jauh-jauh
sekolah, apa mau sia-sia? Tidak tega saya mengecewakan mereka yang selalu
mendoakan saya di sujud terakhir sholatnya, menunggu anaknya pulang karena
rindu akan hangatnya kebersamaan. Bertanya kabar, mengkhawatirkan keadaan,
mengirimkan semangat, sungguh betapa mulia kedudukan mereka di sisi-Nya.
Ingatkan saya untuk terus belajar karena saya akan pulang ke rumah dengan
ceria, sembari membawa kabar baik dari hasil menuntut ilmu. Pelan-pelan
membalas jasanya, tanpa harus terus meminta. Semoga
selalu diberi kelancaran dan kemudahan dalam menggapai mimpi di dunia dan
akhirat, salah satunya membuat orangtua bangga dengan kerja keras saya.
Perlahan namun pasti.
METODE PENELITIAN BISNIS
Selasa, 11 Februari 2014.
Saya memulai hari ini dengan menyusun agenda-agenda yang
akan dilakukan untuk membuat hari saya lebih produktif. Nama saya Fitriana
Azizah. Saat ini sedang duduk di semester 6 jurusan Manajemen Bisnis yang baru
mulai saya jalani untuk enam bulan kedepan. Hari ini saya bangun lebih pagi
daripada biasanya karena agenda pertama sangatlah penting, yaitu berdiskusi
dengan teman satu 'komplotan' usaha saya untuk persiapan lomba bisnis yang
diadakan oleh salah satu club bisnis, Campus
Marketeers Club. Hari ini saya juga harus mengikuti kuliah Metode
Penelitian Bisnis. Saya sempat mengunduh buku Business Research Methods karya Dr.
Sue Greener sehari sebelum perkuliahan dimulai. Sekilas saya membaca
mengenai buku tersebut, banyak hal yang sudah dipelajari dalam mata kuliah Marketing Research yang telah saya dan
teman-teman ikuti pada semester 3. Contohnya seperti mendesain pertanyaan kuisioner
dan menyusun serta menganalisis data kuantitatif maupun kualitatif. Namun,
tidak tahu pasti apakah saat di kelas nanti saya akan mendapatkan hal yang sama
dengan apa yang telah saya baca kemarin. Mata kuliah tersebut mempelajari cara
melakukan riset yang benar untuk keperluan bisnis, itulah anggapan awal saya
terhadap mata kuliah tersebut.
Setelah selesai mempersiapkan sedikit demi sedikit untuk
lomba nantinya, saya dan teman-teman memutuskan untuk melanjutkan kembali
agenda kami masing-masing. Saya kembali ke rumah kedua saya (baca: kost) untuk
beristirahat sejenak sebelum mengikuti kuliah Metode Penelitian jam 18.00 WIB
nanti. Pada akhirnya jam 18.00 WIB tiba dan saya sudah duduk di dalam ruang TI-108.
Sembari menunggu teman-teman dan dosen mata kuliah datang, saya membayangkan
kembali pelajaran seperti apa Metode Penelitian Bisnis ini. Apakah nantinya
saya dan teman-teman diberi tugas untuk melakukan riset bisnis atau berlatih
melakukan riset sebelum akhirnya saya terjun ke dunia bisnis. Sejenak ingin
keluar dari kelas, ternyata pak Imam sudah datang menghampiri ruangan. Saya pun
kembali duduk ke tempat semula dan bersiap untuk menerima ilmu baru dari
seorang dosen yang namanya sudah tidak asing lagi untuk mahasiswa/i jurusan
Manajemen Bisnis, pak Imam Baihaqi. Sebelum memulai perkuliahan, pak Imam
menjelaskan terlebih dahulu apa yang akan saya dan teman-teman pelajari hari
ini beserta gambaran sedikit mengenai mata kuliah Metode Penelitian Bisnis. Tidak
jauh dari apa yang saya bayangkan dan baca sebelumnya, bahwa metode penelitian
bisnis mengacu pada bagaimana melakukan riset yang baik dan benar. Riset ini
terdiri dari dua jenis, yaitu business
research dan business start-up
research.
Riset ini berguna untuk menyusun Tugas Akhir (TA) atau
skripsi yang akan saya buat nanti. Hal-hal yang harus dilakukan antara lain
melakukan survey dan wawancara. Untuk penyusunan tugas akhir, topik berdasarkan
pada masalah yang ada di perusahaan dan diharapkan saya dapat menjadi pemecah
masalah di perusahaan tersebut dengan memberikan solusi-solusi yang cemerlang. Selan
itu, dibutuhkan kemampuan wanwancara, presentasi, statistika dan matematika
yang baik. Namun, sebelum masuk lebih jauh, saya harus menelaah lebih dulu apa
yang dimaksud dengan riset. Sedikit penjelasan mengenai riset, riset adalah
langkah pengembangan teori dan memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan.
Riset digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan cepat. Lalu, seperti apakah
riset yang baik itu? Riset yang baik adalah riset yang selesai dilaksanakan dan
realistis.
Gambaran yang di berikan oleh pak Imam tidak hanya sampai
pada penjelasan mengenai riset. Beliau juga memberikan gambaran mengenai ujian
proposal tugas akhir dan final
presentation. Ujian proposal adalah saat dimana mahasiswa harus menjelaskan
apa yang akan dilakukan untuk melakukan riset tersebut atau dalam bahasa asingnya,
know what we going to do. Mahasiswa harus
mengerti apa yang akan dilakukannya dan bagaimana cara melakukan riset
tersebut. Selain itu, mahasiswa harus mencari masalah pada variabel amatan yang
harus diselesaikan dan melakukan riset untuk menyelesaikan masalah tersebut
dengan mengumpulkan data, menganalisis, dan menuangkannya pada lembar-lembar
kosong atau yang biasa disebut laporan tugas akhir. Barulah setelah itu,
mahasiswa melakukan presentasi tugas akhir atau sidang yang menjadi penentuan terhadap
apa yang sudah dikerjakan. Oleh karena itu, mata kuliah ini sangat bermanfaat
sekali bagi mahasiswa yang akan mengerjakan tugas akhir termasuk saya yang sudah
menginjak semester 6 ini.
Saya belajar banyak hal, khususnya pada saat mengikuti
perkuliahan metode penlitian ini. Saya sadar bahwa kuliah adalah saatnya bagi
kita untuk mengupgrade diri. Saya pun
harus menentukan kapan saya akan lulus sehingga saya bisa menyiapkan strategi
untuk mencapai taget tersebut dengan lancar. Sebelum membuat buku sendiri (re: tugas
akhir), alangkah lebih baik jika dilatih sejak dini. Sudah cukup terlambat
rasanya jika baru memulai belajar menulis pada semester 6 ini. Namun, lebih
baik terlambat daripada tidak mencoba sama sekali, bukan? Maka, inilah saatnya
untuk belajar menulis sedikit demi sedikit, walaupun bahasa yang digunakan
tidak mumpuni layaknya seorang sastrawan yang pandai menulis. Deretan kata ini
merupakan salah satu upaya untuk melatih kemampuan menulis saya, walaupun masih sangat berantakan karena seharusnya bahasa tulis yang digunakan adalah tegas,
lugas, dan tidak ambigu.
Pada akhirnya saya telah sampai pada semester 6. Di semester inilah saatnya saya berpandai-pandai membuat
strategi. Pak Imam memberikan banyak sekali masukan juga membuat saya
perlahan-lahan sadar akan pentingnya belajar. Walaupun softskill dibutuhkan dalam dunia kerja, namun belajar untuk mendapatkan
IP yang tinggi atau lebih tepatnya mengasah hardskill
juga jangan sampai dilewatkan. Necessary
but not enough, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan pentingnya hardskill. Walaupun saya tidak termasuk
dalam mahasiswa yang lulus pada semester 7, namun jangan sampai menunda untuk
membangun relasi dengan dosen dan dosen pembimbing tugas akhir nantinya. Saya
berharap dosen dan mahasiswa dapat menjadi ‘sahabat’ dalam menggali
ilmu untuk mata kuliah metode penelitian ini agar mahasiswa terbantu dengan
adanya mata kuliah ini dan mendapatkan pembelajaran maksimal untuk persiapan
menghadapi tugas akhir.
Setiap ilmu yang saya dapat selama perkuliahan maupun di
luar kelas adalah ilmu yang bermanfaat karena saya yakin bahwa selama hidup itu
kita belajar. Untuk itulah, mengapa saya harus rajin dalam menuntut ilmu, bersungguh-sungguh
hingga Tuhan menilai bahwa kerja keras yang saya lakukan tidak pernah sia-sia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar