Who Do I Think I Am ?
Halo, nama saya Dony
Indra Gupala. 20 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 9 April 1993, saya
dilahirkan oleh ibu saya dan sejak saat
itu saya tumbuh di sebuah kota kecil bernama Kediri. Sampai saat ini, alasan
mengapa kedua orang tua saya memberikan nama tersebut kepada saya masih menjadi
sebuah misteri yang belum dapat saya kuak. Pujiati (ibunda saya), mengabdikan
dirinya selama 26 tahun untuk menjadi
seorang pengajar di sebuah SMP yang berada jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Dan
ayah saya yang bernama Budiono, kini telah menghabiskan separuh hidupnya untuk
bekerja di salah satu Perusahaan BUMN yang ada di negeri ini. Saya dilahirkan
sebagai anak kedua di keluarga kecil saya ini dan 2 tahun berikutnya ibu saya
kembali melahirkan anak ke – 3 sekaligus anak perempuan pertamanya yang
kemudian diberi nama Dhisya Citta Septiana.
Sejak usia 5 tahun, saya, ibu, kakak, dan adik saya tinggal
jauh dari ayah saya yang pada saat itu dipindahtugaskan ke luar kota ( Sidoarjo ) oleh
perusahaan tempat beliau bekerja. Walaupun setiap akhir pekan beliau datang untuk
menemui keluarganya. perasaan rindu selalu muncul ketika beliau harus kembali
untuk bekerja mencari nafkah di tempat yang terpisah jauh. Namun , hari-hari
yang saya lalui tanpa keberadaan beliau saya harap dapat menanamkan kemandirian
bagi saya di masa datang.
Menginjak usia 6 tahun, saatnya bagi saya untuk mulai memperoleh
pendidikan. Pada masa itu orang tua saya memasukkan saya ke SDN Mrican 1 yang
notabene memiliki predikat baik dan dekat dengan lingkungan tempat tinggal aya.
Di tempat ini saya menghabiskan masa kecil saya dengan bermain dan belajar
sekaligus berinteraksi dengan teman-teman sebaya. 6 tahun berjalan, dan sudah
saatnya saya melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi. SMP
Negeri 1 Kediri yang pada saat itu menjadi destinasi utama berhasil
saya dapatkan meskipun butuh perjuangan yang berat untuk mendapatkan bangku
sekolah di salah satu sekolah terbaik di Indonesia ini (hiperbola). Selama menjadi siswa sekolah menengah pertama,
prioritas utama saya adalah prestasi akademik sehingga kegiatan yang saya
kenali adalah belajar dan belajar. Pada saat itu saya masih buta akan kegiatan berorganisasi,
ekstrakulikuler, dan kegiatan-kegiatan diluar pelajaran sekolah, meskipun pada
masa ini pula saya mulai kenal dengan yang namanya cinta monyet. Waktu terus
berputar dan tidak terasa saya harus meninggalkan sekolah kesayangan saya ini.
Tempat pemberhentian berikutnya dalam perjalanan meraih cita-cita saya sebagai
pengusaha & sekaligus seniman adalah SMA Negeri 1 Kediri. Di sini saya duduk salah satu kelas unggulan
di SMA ini yang diberi nama Smart Class. Selama 3 tahun itu, banyak hal yang
terjadi dan perubahan pada diri saya. Saya mulai mengerti tentang kegiatan
sosial seperti organisasi dan saya mulai aktif untuk mengikuti kegiatan
ekstrakulikuler bahkanberbagai macam kegiatan di sekolah ini saya geluti. Misalnya:
saya ikut organisasi Paskibraka, mejuarai kejuaraan atau lomba paskibra di
tingkat Jawa Timur dan menjadi duta sekolah sebagai Paskibra di tingkat kota
Kediri. Saya juga bergabung dalam organisasi jurnalistik di sekolah yang bernama Metafo dan
berhasil menyumbangkan prestasi dari beberapa festival Mading, lomba desain,
dan kompetisi pada diklat jurnalistik. Masa SMA saya lalui dengan berbagai kenangan
yang indah dan pada akhirnya tiba saatnya untuk meninggalkan masa-masa itu dan
melangkah menuju tingkat yang lebih tinggi, yaitu dunia perkuliahan sebagai
mahasiswa. Jurusan Teknik Industri bidang studi Manajemen Bisnis Institut
Teknologi Sepuluh Nopember menjadi tempat singgah berikutnya bagi perjalanan
panjang saya. Persaudaraan di antara perbedaan, hal tersebut yang paling saya
rasakan ketika saya memasuki gerbang perkuliahan dan menjalani waktu bersama
teman-teman baru saya di kampus kebanggan saya ini.
“43 % Plegmatis, 39 % melankolis, 12% sanguinis, 6% koleris”
, deretan angka tersebut merupakan urutan kepribadian yang saya miliki dan baru
saya sadari semenjak duduk di bangku kuliah.
Memiliki sifat melankolis membuat saya menjadi seorang yang sedikit perfeksionis
dalam setiap hal, seperti terlalu melihat sesuatu dengan detail dan memiliki
obsesi terhadap keindahan atau seni serta unsur-unsur yang ada di
dalamnya, meskipun sejauh ini belum
memiliki pengalaman dalam berseni. Jika berbicara masalah kegemaran,
menyanyilah yang menjadi barisan terdepan dari berbagai macam hobi yang saya
lakukan. Bagi saya bernyanyi merupakan
makanan sehari-hari yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja dan dengan bernyanyi semua penat dan stress
pikiran akan sedikit terlupakan. Suara bukan yang utama bagi saya, memang
karena suara saya tidak seemas Afgan, Marcell. Namun, bagi saya yang paling penting
adalah bagaimana saya bisa menikmati apa yang saya nyanyikan dan bisa mengobati
kebosanan hidup yang seringkali saya rasakan. Bukan hanya menyanyi, semua hal
yang berbau musik adalah kegemaran saya, walaupun saya belum dapat memainkan
satupun alat musik dengan baik. Sesuai dengan hobi saya tersebut, hal yang saya
lakukan diluar kegiatan perkuliahan adalah bergabung dalam (UKM PSMITS) Unit
Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Mahasiswa ITS.
Menjadi seorang entrepreneur dan seniman merupakan
cita-cita kecil saya yang muncul sejak di bangku SMP. Karena dengan cara
tersebut, saya setidaknya bisa membantu orang lain. Impian lain yang ada di
angan-angan saya adalah berkeliling Indonesia dan dunia dimana dengan hal ini
saya dapat melihat indahnya perbedaan budaya baik yang ada di nusantara maupun
di dunia. Untuk saat ini, kekurangan
yang menghambat saya dalam mewujudkan impian saya adalah kemampuan saya dalam leadership, baik kemampuan komunikasi,
skill, kemampuan berorganisasi, kepercayaan diri dan beberapa faktor lain yang
saya rasa kurang dan belum ada di dalam diri saya. Namun di sisi lain saya
merasakan beberapa kelebihan yang ada dalam diri saya seperti, keinginan yang
kuat, motivasi, jiwa seni dan beberapa hal lainnya. Dengan kelebihan dan
kekurangan yang akan terus saya perbaki tersebut, dan dengan dukungan keluarga,
teman-teman dan lingkungan , saya
berharap suatu saat nanti saya dapat mewujudkan impian-impian saya tersebut dan
menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Lika-liku kehidupan di kampus perjuangan telah saya
rasakan (antara prestasi dan prestisi). Dalam bidang
akademik dan keilmuan prestas yang saya capai tidak begitu membanggakan bagi
saya dan tidak sesuai target awal. Target dan harapan awal saya saat itu adalah
saya bisa mendapatkan Index Prestasi diatas 3,5. Akan tetapi, selama kuliah di
MB saya belum pernah mendapatkan yang namanya IP diatas 3,5 (paling menthok
3,3) dan secara grafik perolehan indeks prestasi akademik saya membentuk tangga
yang menurun tahap demi tahapnya. Menyedihkan...
Tahun pertama, saya mencoba untuk mengasah kemampuan saya dalam
berorganisasi dan bernyanyi dengan mengikuti salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa
di ITS yaitu Paduan Suara Mahasiswa. Selama mengikutinya saya mendapatkan
bebagai pengalaman dan pencapaian yang cukup menbanggakan. Pada tahun pertama,
saya berhasil bergabung dalam tim inti konser tahunan PSM ITS 2012 yang menurut
saya itu adalah sebuah prestasi luar biasa dan hal itu adalah angan- angan saya
saat masih berada di bangku SMA. PSMITS pun merupakan salah satu alasan saya
memilih ITS sebagai tempat saya menimba ilmu.
Di tahun ke-dua mengikuti kegiatan ini, saya mendapatkan
kesempatan untuk mengukir prestasi di kancah Internasional. Pada bulan Juli
2013 , saya dan kawan- kawan PSM mengikuti dua Festival Musik (31th FESTIVAL
INTERNACIONAL DE MÚSICA DE CANTONIGRÒS dan THE 59th INTERNATIONAL CHORAL CONTEST
HABANERAS AND POLYPHONY TORREVIEJA) dan berhasil membawa gelar juara 3 di
masing-masing kompetisi yang keduanya berada di Spanyol.
Di tahun ke tiga, saya memiliki kemsempatan untuk bergabung
dalam kepengurusan PSMITS tepatnya pada bagian Divisi Rumah Tangga yang
bertugas untuk mengurusi rumah tangga di dalam paduan suara ini. Selain itu,
pada tahun ini saya juga mendapatkan kesempatan untuk bergabung di PS Surabaya
Singers dan bersama mereka saya sekali lagi saya berhasil meraih prestasi di tingkat Jawa Timur. "Sampai sini sudah bingung mau nulis apa lagi."
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar