Senin, 17 Februari 2014

Dony Indra Gupala - 2511101035

Who Do I Think I Am ? 


Halo,  nama saya Dony Indra Gupala. 20 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 9 April 1993, saya dilahirkan oleh ibu saya  dan sejak saat itu saya tumbuh di sebuah kota kecil bernama Kediri. Sampai saat ini, alasan mengapa kedua orang tua saya memberikan nama tersebut kepada saya masih menjadi sebuah misteri yang belum dapat saya kuak. Pujiati (ibunda saya), mengabdikan dirinya selama 26 tahun  untuk menjadi seorang pengajar di sebuah SMP yang berada jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Dan ayah saya yang bernama Budiono, kini telah menghabiskan separuh hidupnya untuk bekerja di salah satu Perusahaan BUMN yang ada di negeri ini. Saya dilahirkan sebagai anak kedua di keluarga kecil saya ini dan 2 tahun berikutnya ibu saya kembali melahirkan anak ke – 3 sekaligus anak perempuan pertamanya yang kemudian diberi nama Dhisya Citta Septiana.   

Sejak usia 5 tahun, saya, ibu, kakak, dan adik saya tinggal jauh dari ayah saya yang pada saat itu dipindahtugaskan ke luar kota ( Sidoarjo ) oleh perusahaan tempat beliau bekerja. Walaupun setiap akhir pekan beliau datang untuk menemui keluarganya. perasaan rindu selalu muncul ketika beliau harus kembali untuk bekerja mencari nafkah di tempat yang terpisah jauh. Namun , hari-hari yang saya lalui tanpa keberadaan beliau saya harap dapat menanamkan kemandirian bagi saya di masa datang.

Menginjak usia 6 tahun, saatnya bagi saya untuk mulai memperoleh pendidikan. Pada masa itu orang tua saya memasukkan saya ke SDN Mrican 1 yang notabene memiliki predikat baik dan dekat dengan lingkungan tempat tinggal aya. Di tempat ini saya menghabiskan masa kecil saya dengan bermain dan belajar sekaligus berinteraksi dengan teman-teman sebaya. 6 tahun berjalan, dan sudah saatnya saya melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi. SMP Negeri 1 Kediri  yang pada  saat itu menjadi destinasi utama berhasil saya dapatkan meskipun butuh perjuangan yang berat untuk mendapatkan bangku sekolah di salah satu sekolah terbaik di Indonesia ini (hiperbola).  Selama menjadi siswa sekolah menengah pertama, prioritas utama saya adalah prestasi akademik sehingga kegiatan yang saya kenali adalah belajar dan belajar. Pada saat itu saya masih buta akan kegiatan berorganisasi, ekstrakulikuler, dan kegiatan-kegiatan diluar pelajaran sekolah, meskipun pada masa ini pula saya mulai kenal dengan yang namanya cinta monyet. Waktu terus berputar dan tidak terasa saya harus meninggalkan sekolah kesayangan saya ini. 

Tempat pemberhentian berikutnya dalam perjalanan meraih cita-cita saya sebagai pengusaha & sekaligus seniman adalah SMA Negeri 1 Kediri.  Di sini saya duduk salah satu kelas unggulan di SMA ini yang diberi nama Smart Class. Selama 3 tahun itu, banyak hal yang terjadi dan perubahan pada diri saya. Saya mulai mengerti tentang kegiatan sosial seperti organisasi dan saya mulai aktif untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bahkanberbagai macam kegiatan di sekolah ini saya geluti. Misalnya: saya ikut organisasi Paskibraka, mejuarai kejuaraan atau lomba paskibra di tingkat Jawa Timur dan menjadi duta sekolah sebagai Paskibra di tingkat kota Kediri. Saya juga bergabung dalam organisasi jurnalistik di sekolah yang bernama Metafo dan berhasil menyumbangkan prestasi dari beberapa festival Mading, lomba desain, dan kompetisi pada diklat jurnalistik. Masa SMA saya lalui dengan berbagai kenangan yang indah dan pada akhirnya tiba saatnya untuk meninggalkan masa-masa itu dan melangkah menuju tingkat yang lebih tinggi, yaitu dunia perkuliahan sebagai mahasiswa. Jurusan Teknik Industri bidang studi Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjadi tempat singgah berikutnya bagi perjalanan panjang saya. Persaudaraan di antara perbedaan, hal tersebut yang paling saya rasakan ketika saya memasuki gerbang perkuliahan dan menjalani waktu bersama teman-teman baru saya di kampus kebanggan saya ini.   

43 % Plegmatis, 39 % melankolis, 12% sanguinis, 6% koleris” , deretan angka tersebut merupakan urutan kepribadian yang saya miliki dan baru saya sadari semenjak duduk di bangku kuliah.  Memiliki sifat melankolis membuat saya menjadi seorang yang sedikit perfeksionis dalam setiap hal, seperti terlalu melihat sesuatu dengan detail dan memiliki obsesi terhadap keindahan atau seni serta unsur-unsur yang ada di dalamnya,  meskipun sejauh ini belum memiliki pengalaman dalam berseni. Jika berbicara masalah kegemaran, menyanyilah yang menjadi barisan terdepan dari berbagai macam hobi yang saya lakukan. Bagi saya  bernyanyi merupakan makanan sehari-hari yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja  dan dengan bernyanyi semua penat dan stress pikiran akan sedikit terlupakan. Suara bukan yang utama bagi saya, memang karena suara saya tidak seemas Afgan, Marcell. Namun, bagi saya yang paling penting adalah bagaimana saya bisa menikmati apa yang saya nyanyikan dan bisa mengobati kebosanan hidup yang seringkali saya rasakan. Bukan hanya menyanyi, semua hal yang berbau musik adalah kegemaran saya, walaupun saya belum dapat memainkan satupun alat musik dengan baik. Sesuai dengan hobi saya tersebut, hal yang saya lakukan diluar kegiatan perkuliahan adalah bergabung dalam (UKM PSMITS) Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Mahasiswa ITS.  

Menjadi seorang entrepreneur dan seniman merupakan cita-cita kecil saya yang muncul sejak di bangku SMP. Karena dengan cara tersebut, saya setidaknya bisa membantu orang lain. Impian lain yang ada di angan-angan saya adalah berkeliling Indonesia dan dunia dimana dengan hal ini saya dapat melihat indahnya perbedaan budaya baik yang ada di nusantara maupun di dunia.  Untuk saat ini, kekurangan yang menghambat saya dalam mewujudkan impian saya adalah kemampuan saya dalam leadership, baik kemampuan komunikasi, skill, kemampuan berorganisasi, kepercayaan diri dan beberapa faktor lain yang saya rasa kurang dan belum ada di dalam diri saya. Namun di sisi lain saya merasakan beberapa kelebihan yang ada dalam diri saya seperti, keinginan yang kuat, motivasi, jiwa seni dan beberapa hal lainnya. Dengan kelebihan dan kekurangan yang akan terus saya perbaki tersebut, dan dengan dukungan keluarga, teman-teman dan lingkungan  , saya berharap suatu saat nanti saya dapat mewujudkan impian-impian saya tersebut dan menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.    

Lika-liku kehidupan di kampus perjuangan telah saya rasakan (antara prestasi dan prestisi). Dalam bidang akademik dan keilmuan prestas yang saya capai tidak begitu membanggakan bagi saya dan tidak sesuai target awal. Target dan harapan awal saya saat itu adalah saya bisa mendapatkan Index Prestasi diatas 3,5. Akan tetapi, selama kuliah di MB saya belum pernah mendapatkan yang namanya IP diatas 3,5 (paling menthok 3,3) dan secara grafik perolehan indeks prestasi akademik saya membentuk tangga yang menurun tahap demi tahapnya. Menyedihkan...

Tahun pertama, saya mencoba untuk mengasah kemampuan saya dalam berorganisasi dan bernyanyi dengan mengikuti salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di ITS yaitu Paduan Suara Mahasiswa. Selama mengikutinya saya mendapatkan bebagai pengalaman dan pencapaian yang cukup menbanggakan. Pada tahun pertama, saya berhasil bergabung dalam tim inti konser tahunan PSM ITS 2012 yang menurut saya itu adalah sebuah prestasi luar biasa dan hal itu adalah angan- angan saya saat masih berada di bangku SMA. PSMITS pun merupakan salah satu alasan saya memilih ITS sebagai tempat saya menimba ilmu. 

Di tahun ke-dua mengikuti kegiatan ini, saya mendapatkan kesempatan untuk mengukir prestasi di kancah Internasional. Pada bulan Juli 2013 , saya dan kawan- kawan PSM mengikuti dua Festival Musik (31th FESTIVAL INTERNACIONAL DE MÚSICA DE CANTONIGRÒS dan THE 59th INTERNATIONAL CHORAL CONTEST HABANERAS AND POLYPHONY TORREVIEJA) dan berhasil membawa gelar juara 3 di masing-masing kompetisi yang keduanya berada di Spanyol. 

Di tahun ke tiga, saya memiliki kemsempatan untuk bergabung dalam kepengurusan PSMITS tepatnya pada bagian Divisi Rumah Tangga yang bertugas untuk mengurusi rumah tangga di dalam paduan suara ini. Selain itu, pada tahun ini saya juga mendapatkan kesempatan untuk bergabung di PS Surabaya Singers dan bersama mereka saya sekali lagi saya berhasil meraih prestasi di tingkat Jawa Timur.  "Sampai sini sudah bingung mau nulis apa lagi." 


Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar