Research
Proposal merupakan langkah awal untuk melanjutkan skripsi atau penelitian yang
diajukan mahasiswa/peneliti lainnya. Meskipun terdengar sepele, ternyata
menyusun proposal penelitian tidaklah mudah; membutuhkan landasan teori yang
kuat, permasalahan yang belum pernah diangkat dan isu baru dimasyarakat. Selain
itu, sebagai peneliti, kita juga harus menyukai topik yang nantinya dipilih
agar mengerjakannya pun semangat dan menyenangkan. Penyusunan proposal hingga
skripsi/tesis/laporan penelitian alangkah lebih baik jika dikerjakan sendiri,
tidak menggunakan jasa rental. Berikut isi dari Research Proposal:
BAB 1
Pendahuluan
Di bagian
pendahuluan in biasanya berisikan tentang latar belakang, menyampaikan fakta,
masalah yang ada diperusahaan itu, masalah yang diangkat, dan beberapa dukungan
info seperti; “Social media berpotensi
untuk meningkatkan image perusahaan (Fuad,2014) contoh: PT. X menggunakan social media berupa twitter sehingga
image perusahaan menjadi bagus”
Kemudian
diakhir paragraph pada bagian pendahuluan juga ditegaskan masalah yang akan
dibahas.
Rumusan Masalah
Rumusan
masalah biasanya menuliskan tentang permasalahan yang diambil, kemudian
dijadikan satu pertanyaan besar (umum). Contohnya:
·
Bagaimanakan pendekatan untuk
menarik konsumen baru dan menjaga konsumen yang ada?
Dari
pertanyaan tersebut kemudian diuraikan menjadi:
a.
Bagaimana tingkat kepuasan
konsumen?
b.
Bagaimana konsumen menilai
restoran anda dengan kompetitor?
c.
Faktor-faktor apa saja yang
berkontribusi?
Tujuan
Tujuan
biasanya berisikan tentang jawaban dari rumusan masalah untuk menyelesaikan
penelitian.
Ruang lingkup
Asumsi
Jika dalam
penelitian anda tidak membutuhkan untuk menuliskan asumsi, tidak perlu di
paksakan. Karena, banyak sekali mahasiswa yang memaksakan menulis asumsi
sehingga dosen penguji sendiri bingung.
Sebenarnya,
contoh dari asumsi itu bagaimana? Misalkan, dalam penelitian/skrispi/tesis
menggunakan metode regresi; dalam perkembangannya teori ini berubah sehingga
penulis harus menjelaskannya di bagian asumsi.
BAB 2: TINJAUAN PUSTAKA
Beda dari
landasan teori, daftar pustakan merupakan review dari pustaka yang telah
didapat. Sedangkan landasan teori hanya seperti merangkum dari kalimat di
sumber. Menulis tinjauan pustaka juga harus sesuai dengan topik yang diangkat.
Misalnya; meneliti tentang Sumber Daya Manusia, teori yang dituliskan juga
harus tentang Sumber Daya Manusia bukan tentang akutansi, supply chain, dll.
Sumber-sumber
mana saja yang dapat dijadikan tinjauan pustaka? Sebenarnya banyak sekali
sumber-sumber yang dapat dijadikan tinjauan pustaka, namun beberapa sumber
tidak diizinkan oleh penguji seperti; blog dan Wikipedia. Sumber-sumber yang
biasanya digunakan dalam menyusun penelitian adalah jurnal, laporan-laporan
sebelumnya, buku, dan majalah online.
BAB 3: Metodelogi Penelitian
1.
Bagaimana research question dijawab?
2.
Data: Apa, Bagaimana, dan Akses?
3.
Analisis/ teknik yang di gunakan
serta alasannya.
Setelah
mendapatkan cara menulis proposal skripsi, sebenarnya saya hanya mendapatkan
satu yaiitu; keyakinan untuk menyelesaikan skripsi pada semester 7 dengan baik.
Keyakinan itulah yang kemudian membuat saya semangat dalam menyicil untuk
menyusun skripsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar